Minggu, 19 Oktober 2025

X APHP 1 - “Belajar Logika Program Sambil Ngolah singkong ; Ala APHP SMK N 1 Kedawung”

 


✨ Menulis Solusi Rancangan Program Sederhana dalam Format Pseudocode yang Dekat dengan Bahasa Komputer




 Halo teman-teman APHP SMK Negeri 1 Kedawung Sragen! ๐Ÿ‘‹




Gimana kabarnya hari ini? Semoga tetap semangat belajar dan produktif ya!

Kali ini kita bahas sesuatu yang mungkin belum terlalu familiar buat sebagian dari kita, tapi dijamin bakal berguna banget, apalagi kalau kamu suka teknologi dan pengen bikin kerja jadi lebih efisien lewat otomatisasi:
Menulis solusi program sederhana dalam format pseudocode!

Tenang aja, kita bahas dengan bahasa yang santai, banyak contoh nyata, dan tentu aja, kita kaitkan langsung dengan kegiatan sehari-hari di jurusan Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP).


๐Ÿ“Œ Apa Itu Pseudocode?

Sebelum kita ngomongin teknis, yuk kita kenalan dulu:

Pseudocode (baca: sudo-kod) adalah cara menuliskan logika atau langkah-langkah sebuah program komputer dalam bentuk bahasa sehari-hari yang mirip struktur bahasa pemrograman.

Tapi ingat ya, pseudocode bukan kode asli komputer. Ini semacam “draft” atau rancangan awal sebelum program beneran ditulis pakai bahasa pemrograman kayak Python, C++, Java, dan lain-lain.

๐Ÿง  Fungsi Pseudocode:

  • Membantu kita merancang solusi logis sebelum membuat program nyata.

  • Menjadi jembatan antara manusia dan mesin.

  • Menghindari kesalahan sejak awal, karena logika udah dicek dulu.


๐Ÿฅ˜ Analogi Sehari-hari: Pseudocode = Resep Makanan 

Coba bayangin kamu disuruh bikin “keripik singkong rasa balado” di lab. Kamu pasti nggak langsung ambil bahan terus asal campur, kan? Pasti ada urutannya:

  1. Kupas singkong

  2. Iris tipis-tipis

  3. Rendam air garam

  4. Goreng sampai kering

  5. Campur bumbu balado

  6. Dinginkan dan simpan

Nah, kalau kamu tulis urutan itu dengan kalimat yang lebih “terstruktur”, kamu udah bikin pseudocode!
Logikanya udah rapi, tinggal dijadikan program deh kalau suatu hari kamu pengen otomatisasi produksi atau penghitungan bahan.


๐ŸŽฏ Kenapa Anak APHP Perlu Belajar Pseudocode?



 "mungkin kamu mikir "

 

"Lho, kita kan jurusan pertanian, bukan komputer. Emang penting ya?"

Jawabannya: Penting banget! ๐Ÿ˜Ž

Karena sekarang dunia pertanian dan pengolahan hasil itu udah masuk era digital. Banyak teknologi yang mulai diterapkan di dunia pertanian:

  • Sensor kelembaban tanah

  • Otomatisasi mesin pengering

  • Sistem informasi stok bahan

  • Aplikasi penghitungan kadar air, kadar gula, dll

Nah, semua itu awalnya dibangun dari logika program. Dan supaya kita nggak cuma jadi “pengguna”, tapi juga bisa merancang solusi, kita perlu belajar dasar-dasarnya, termasuk pseudocode.


๐Ÿ“ Struktur Dasar Penulisan Pseudocode

Pseudocode biasanya punya struktur logis yang umum:

Mulai
    [Perintah 1]
    [Perintah 2]
    ...
    [Perintah n]
Selesai

Kadang juga pakai:

  • Input → buat minta data dari pengguna

  • Proses → perhitungan atau logika

  • Output → hasil yang ditampilkan

Contohnya akan lebih jelas di bagian berikutnya!


Contoh Nyata: Menghitung Kadar Air Setelah Pengeringan

Kasus di lab pengolahan:

Kamu habis mengeringkan buah pisang. Sebelum dikeringkan, beratnya 150 gram. Setelah dikeringkan, tinggal 70 gram.
Berapa kadar airnya?

Kita pakai rumus:

Kadar Air (%) = ((Berat Awal - Berat Akhir) / Berat Awal) x 100

๐Ÿงพ Pseudocode-nya:

Mulai
    Tampilkan "Masukkan berat awal bahan (gram):"
    Baca berat_awal
    Tampilkan "Masukkan berat akhir bahan setelah dikeringkan (gram):"
    Baca berat_akhir
    Hitung kadar_air = ((berat_awal - berat_akhir) / berat_awal) * 100
    Tampilkan "Kadar air bahan adalah", kadar_air, "%"
Selesai

Kalau diketik di komputer atau aplikasi sederhana, pseudocode ini tinggal diubah jadi kode nyata. Bisa banget kamu kembangkan pakai spreadsheet atau aplikasi berbasis web sederhana!


๐Ÿ’ก Contoh Lain dari Dunia APHP

Berikut beberapa ide praktis untuk pseudocode yang bisa kamu buat:

No Kasus Nyata di APHP Solusi Program Fungsi
1 Menghitung biaya produksi selai nanas Hitung total biaya dari bahan dan tenaga kerja Menentukan harga jual
2 Menentukan waktu optimal pengeringan Jika suhu < 60°C maka waktu lebih lama Efisiensi proses
3 Stok bahan baku gudang Cek stok masuk dan keluar Hindari kekurangan bahan
4 Hitung rendemen (hasil jadi vs bahan mentah) Rumus: (berat hasil / berat bahan) * 100 Mengetahui efisiensi produksi

Kamu bisa bikin pseudocode-nya, dan kalau semangat, lanjut jadi program beneran pakai aplikasi sederhana kayak Excel dengan rumus, Scratch, atau Python dasar.


๐Ÿ› ️ Tips Menulis Pseudocode

  1. Gunakan Bahasa Sehari-hari, tapi tetap logis

  2. Buat Langkah Demi Langkah — jangan lompat-lompat

  3. Sisipkan Komentar (jika perlu) agar lebih mudah dipahami

  4. Uji Logikanya sebelum diterjemahkan jadi program nyata


✍️ Ayo Latihan!

Tantangan buat kamu:
Coba bikin pseudocode untuk menghitung rendemen dari proses pembuatan keripik pisang.
Contoh: berat bahan awal = 1.000 gram, hasil akhir = 600 gram.
Berapa persen rendemennya?

Tulis jawabannya di kolom komentar ya! Biar kita diskusi bareng ๐Ÿ˜Š


๐Ÿš€ Penutup

Belajar pseudocode itu bukan cuma buat anak IT.
Buat kita di APHP, ini adalah modal penting untuk menghadapi dunia kerja yang makin digital dan terotomatisasi.

Bayangin kalau kamu kerja di pabrik pengolahan buah skala besar. Dengan logika program sederhana, kamu bisa bantu bikin sistem otomatis yang hemat waktu, hemat tenaga, dan tentunya, lebih profesional.


๐Ÿ’ฌ Yuk Komentar & Jelajahi Postingan Lain!

Kamu punya pertanyaan, ide, atau contoh kasus lain dari dunia pertanian yang bisa dijadikan pseudocode?

๐Ÿ‘‰ Tinggalkan komentar kamu di bawah ya!
Aku bakal senang banget baca dan bahas bareng!

Dan jangan lupa untuk baca juga postingan lainnya di blog ini — masih banyak konten menarik seputar dunia APHP, teknologi pertanian, dan tips belajar santai!

๐Ÿ“Œ Kunjungi: https://ilylynaaa.blogspot.com/2025/10/belajar-logika-program-sambil-ngolah.html

Sampai jumpa di postingan berikutnya!
Tetap semangat, tetap belajar, dan terus kembangkan dirimu! ๐Ÿ’š๐ŸŒพ


Senin, 13 Oktober 2025

Penerapan Teknologi Pasteurisasi dalam Pengolahan Susu Kedelai di SMK Negeri 1 Kedawung Sragen

 


PEMBAHASAN: PASTEURISASI DALAM PENGOLAHAN SUSU KEDELAI

Studi Konteks: SMK Negeri 1 Kedawung Sragen – Jurusan APHP


1. Pengertian Pasteurisasi

Pasteurisasi adalah proses pemanasan bahan pangan cair, seperti susu, pada suhu tertentu dan dalam waktu tertentu untuk membunuh mikroorganisme patogen (penyebab penyakit) dan memperpanjang masa simpan, tanpa merusak nilai gizi dan cita rasa secara signifikan.

Pasteurisasi dinamai dari Louis Pasteur, penemu metode ini di abad ke-19.


2. Susu Kedelai: Alternatif Nabati Bergizi

Susu kedelai adalah minuman nabati hasil ekstraksi dari kedelai yang dihaluskan dan dimasak. Susu ini mengandung protein, lemak nabati, dan isoflavon yang baik untuk kesehatan.

Namun, susu kedelai rentan terkontaminasi mikroba, sehingga perlu proses pasteurisasi untuk meningkatkan keamanan dan masa simpan.


3. Tujuan Pasteurisasi Susu Kedelai

  • Membunuh mikroorganisme patogen (misalnya E. coli, Salmonella)

  • Memperpanjang masa simpan susu kedelai

  • Menjaga kualitas dan kestabilan produk

  • Memenuhi standar keamanan pangan (food safety)


4. Proses Pasteurisasi Susu kedelai 

Langkah-langkah umum:

  1. Penyaringan dan Penggilingan Kedelai:

    • Kedelai direndam ±8–12 jam → digiling → disaring → menghasilkan sari kedelai.

  2. Pemasakan Awal (Pre-Heating):

    • Sari kedelai dimasak awal ±60–70°C untuk mengurangi bau langu dan enzim.

  3. Pasteurisasi:

    • Metode suhu rendah, waktu lama (LTLT): 63°C selama 30 menit

    • Metode suhu tinggi, waktu singkat (HTST): 72°C selama 15 detik

  4. Pendinginan Cepat:

    • Produk segera didinginkan sampai suhu <10°C untuk mencegah pertumbuhan mikroba.

  5. Pengemasan:

    • Menggunakan botol atau standing pouch yang bersih dan higienis.


5. Peralatan yang Digunakan

  • Panci stainless (untuk pemanasan)

  • Termometer makanan

  • Kompor/listrik/steam pasteurizer

  • Saringan/filtrasi

  • Alat pengemas (manual/semi otomatis)

  • Lemari pendingin (untuk penyimpanan)


6. Contoh Nyata di SMK NEGERI 1 KEDAWUNG SRAGEN – Jurusan APHP

Di Jurusan Agribisnis Pengolahan Hasil Pertanian, siswa melakukan praktik pengolahan susu kedelai siap konsumsi sebagai bagian dari mata pelajaran Produk Olahan Minuman Nabati.

Contoh nyata:

  • Siswa kelas XI APHP memproduksi susu kedelai bermerek “SOYDELICIOUS Kedawung” sebagai produk kewirausahaan sekolah.

  • Seluruh proses dari penggilingan, pasteurisasi, pengemasan, hingga pemasaran dilakukan oleh siswa.

  • Produk dijual di koperasi sekolah dan bazar hasil prakarya.

  • Evaluasi mutu produk dilakukan dengan uji organoleptik dan uji daya simpan sederhana.

Catatan Praktik Baik:

  • Proses pasteurisasi dilakukan pada suhu 72°C selama 20 detik, sesuai standar HTST.

  • Pengemasan menggunakan botol PET food grade, lalu didinginkan dan disimpan dalam lemari es.

  • Masa simpan susu kedelai pasteurisasi mencapai 3–5 hari dalam suhu dingin.


7. Manfaat Praktik Pasteurisasi Bagi Siswa

  • Meningkatkan pemahaman Good Manufacturing Practices (GMP)

  • Melatih keterampilan teknis sesuai standar industri pangan

  • Menumbuhkan jiwa wirausaha berbasis olahan pangan lokal

  • Mengenalkan pentingnya keamanan pangan (food safety) sejak dini


8. Metode Suhu dan Waktu (Kondisi Umum)

Dua metode pasteurisasi utama yang umum digunakan dan diterapkan pada susu kedelai, dengan variasi suhu yang disesuaikan untuk karakteristik nabati:

Metode PasteurisasiSuhu (Approx.)Waktu (Approx.)Catatan Khusus Susu Kedelai
LTLT (Low Temperature Long Time) hingga 30 menitPaling baik mempertahankan rasa dan nilai gizi, tetapi kurang efisien waktu.
HTST (High Temperature Short Time) hingga 15 detik hingga 10 menitLebih efisien. Suhu yang lebih tinggi () sering digunakan untuk mengurangi bau langu (beany flavor).

Contoh Khusus untuk Susu Kedelai (Skala IRT/UMKM):

  • Badan POM (BPOM) sering merekomendasikan pasteurisasi pada suhu selama 30 menit untuk menjamin keamanan pangan.

  • Metode HTST sering dianggap lebih cocok untuk produksi skala besar dan komersial karena lebih efektif dalam membunuh mikroba sekaligus mempertahankan kualitas.

9. Tahapan Penting dalam Pasteurisasi Susu Kedelai

Proses pasteurisasi yang efektif harus diikuti oleh tahapan pendinginan:

  1. Pemanasan (Pasteurisasi): Susu kedelai dipanaskan hingga mencapai suhu target (70C atau 85C) dan ditahan selama waktu yang ditentukan, sambil terus diaduk perlahan untuk pemerataan panas.

  2. Pendinginan Cepat (Cooling): Ini adalah tahap sangat kritis. Setelah pemanasan, susu kedelai harus segera didinginkan drastis dari suhu pasteurisasi menuju suhu dingin (di bawah 10C, idealnya 4C). Pendinginan cepat mencegah pertumbuhan kembali bakteri dan spora yang tidak mati saat pemanasan dan menjaga kualitas.

  3. Pengemasan Aseptis: Susu kedelai yang sudah didinginkan segera dikemas dalam wadah yang steril dan ditutup rapat (segel).

10. Manfaat Kualitas dan Gizi

  • Keamanan Gizi Terjaga: Tidak seperti sterilisasi (UHT) yang menggunakan suhu sangat tinggi, pasteurisasi hanya menyebabkan sedikit penurunan pada vitamin yang sensitif panas (seperti Vitamin B dan C), sementara protein, lemak, dan mineral utama tetap utuh.

  • Mengurangi Bau Langu: Pemanasan yang memadai (terutama pada suhu sesaat) membantu menonaktifkan enzim lipoksigenase yang bertanggung jawab menimbulkan bau langu (bau khas kedelai).

11. Titik Kendali Kritis (CCP)

Dalam konsep keamanan pangan (HACCP), tahapan pasteurisasi dan pendinginan adalah Titik Kendali Kritis (Critical Control Point/CCP). Kegagalan pada tahap ini, seperti:

  • Suhu pasteurisasi tidak tercapai.

  • Waktu penahanan suhu tidak cukup.

  • Pendinginan tidak dilakukan dengan cepat.

...akan mengakibatkan produk tidak aman (adanya patogen) atau cepat rusak (umur simpan pendek).

simpulan Singkat: Pasteurisasi Susu Kedelai

Pasteurisasi adalah proses termal wajib untuk memastikan keamanan dan memperpanjang daya simpan susu kedelai.

  1. Tujuan Utama: Membunuh bakteri patogen dan perusak (CCP) dengan suhu terkontrol (misalnya 85C selama singkat).

  2. Manfaat Kualitas: Menjaga nilai gizi tinggi dan mengurangi bau langu.

  3. Aplikasi di SMK APHP: Bagi SMK N 1 Kedawung, ini adalah praktik inti yang mengajarkan siswa kompetensi pengendalian mutu dan keamanan pangan, di mana tahapan pemanasan dan pendinginan cepat menjadi kunci keberhasilan produk olahan mereka.

Minggu, 12 Oktober 2025

PERKEMBANGAN TEKNOLOGI INFORMATIKA SAMPAI TAHUN 2025

 Berikut adalah rangkuman tentang perkembangan Teknologi Informatika hingga tahun 2025:


RANGKUMAN TEKNOLOGI INFORMASI HINGGA TAHUN 2025

1. Definisi Teknologi Informasi (TI):



Teknologi Informasi (TI) adalah penggunaan sistem komputer, perangkat lunak, jaringan, dan infrastruktur lainnya untuk mengelola data dan informasi. TI mencakup proses penyimpanan, pengambilan, pengiriman, dan manipulasi data untuk mendukung berbagai kebutuhan manusia.


2. Perkembangan TI dari Masa ke Masa:

  • 1970–1990: Munculnya komputer pribadi, sistem operasi dasar, dan jaringan lokal (LAN).

  • 1990–2000: Era internet dimulai, email dan situs web mulai digunakan luas.

  • 2000–2010: Web 2.0 berkembang (interaksi sosial via internet), munculnya media sosial dan e-commerce.

  • 2010–2020: Perkembangan pesat smartphone, cloud computing, Big Data, dan AI (Artificial Intelligence).

  • 2020–2025: Perluasan teknologi berbasis AI, 5G, Internet of Things (IoT), dan komputasi kuantum mulai diuji coba.


3. Teknologi Kunci yang Mendominasi hingga 2025:

Teknologi Deskripsi Singkat
Kecerdasan Buatan (AI) Digunakan dalam berbagai sektor: kesehatan, transportasi, bisnis, dll.
Internet of Things (IoT) Perangkat saling terhubung seperti smart home, wearable tech.
5G Jaringan super cepat untuk mendukung komunikasi data dan real-time systems.
Cloud Computing Penyimpanan dan pemrosesan data melalui internet.
Blockchain Teknologi desentralisasi untuk transaksi digital yang aman dan transparan.
Komputasi Kuantum Teknologi masa depan untuk menyelesaikan masalah kompleks lebih cepat dari superkomputer.

4. Dampak Teknologi Informasi:

  • Positif:

    • Meningkatkan efisiensi kerja dan komunikasi.

    • Mempermudah akses informasi dan pendidikan.

    • Membuka peluang kerja baru di bidang digital.

  • Negatif:

    • Ancaman keamanan data (cybercrime).

    • Kesenjangan digital antara daerah maju dan tertinggal.

    • Ketergantungan berlebih pada teknologi.


5. Tren TI Menuju Masa Depan (Setelah 2025):

  • Integrasi AI dalam kehidupan sehari-hari.

  • Munculnya Metaverse dan augmented reality (AR).

  • Transisi ke energi digital yang lebih ramah lingkungan.

  • Perkembangan robotika dan otomasi di berbagai sektor.


Kesimpulan:

Teknologi Informasi telah berkembang pesat dari sistem sederhana menjadi teknologi canggih yang memengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan manusia. Hingga tahun 2025, TI terus mendorong inovasi dan perubahan, namun juga menuntut tanggung jawab dalam penggunaannya. Ke depan, peran TI akan semakin sentral dalam membentuk masa depan masyarakat global.


Berikut adalah lanjutan rangkuman Teknologi Informasi hingga tahun 2025 dengan beberapa contoh nyata penggunaannya:


Contoh Penerapan Teknologi Informasi di Berbagai Bidang

1.KESEHATAN 

  • Contoh Teknologi: Artificial Intelligence (AI), Telemedicine, Wearable Devices

  • Penerapan:

    • AI digunakan untuk diagnosis penyakit seperti kanker dan gangguan jantung melalui analisis data medis.

    • Telemedicine memungkinkan konsultasi dokter jarak jauh, sangat berguna di daerah terpencil.

    • Smartwatch dan alat kesehatan wearable memantau detak jantung, kadar oksigen, dan aktivitas fisik secara real-time.


2. Pendidikan

  • Contoh Teknologi: E-learning, Augmented Reality (AR), Platform pembelajaran berbasis cloud

  • Penerapan:

    • Platform seperti Google Classroom dan Zoom digunakan untuk pembelajaran daring.

    • Aplikasi belajar seperti Ruangguru dan Khan Academy menyediakan materi belajar digital.

    • AR digunakan untuk pembelajaran interaktif, misalnya melihat organ tubuh manusia secara 3D.


3. Bisnis dan Perdagangan 

  • Contoh Teknologi: E-commerce, Big Data, Cloud Computing

  • Penerapan:

    • Platform e-commerce seperti Tokopedia, Shopee, dan Amazon mendominasi perdagangan ritel.

    • Big Data digunakan untuk analisis perilaku konsumen dan prediksi tren pasar.

    • Cloud computing memungkinkan perusahaan menyimpan dan mengakses data bisnis secara fleksibel.


4.TRANSPORTASI 

  • Contoh Teknologi: Internet of Things (IoT), GPS, Kendaraan otonom

  • Penerapan:

    • Aplikasi transportasi online seperti Gojek dan Grab mengandalkan GPS dan sistem informasi real-time.

    • Sensor IoT pada kendaraan untuk memantau kondisi mesin dan mengatur perawatan otomatis.

    • Mobil otonom (self-driving car) sedang dikembangkan oleh Tesla, Google, dan lainnya.


5. Pemerintahan (E-Government)

  • Contoh Teknologi: Sistem informasi manajemen, e-KTP, layanan digital


  • :

    • Aplikasi layanan publik digital seperti pelayanan pajak online, SIM online, dan BPJS digital.

    • Data kependudukan berbasis digital (e-KTP) mempercepat proses administrasi.

    • Sistem pengawasan dan keamanan kota berbasis CCTV AI untuk smart city.


Kesimpulan dengan Contoh:

Teknologi Informasi telah diterapkan luas dalam berbagai aspek kehidupan. Dari AI dalam diagnosis kesehatan, e-learning dalam pendidikan, hingga Big Data dalam bisnis—semua membuktikan bahwa TI bukan lagi masa depan, tapi sudah menjadi bagian dari kehidupan kita sekarang.



Stop Ribet! ๐Ÿคฏ Ini 4 Jurus Rahasia Berpikir Komputasional ala Anak APHP SMK 1 Kedawung.

๐Ÿง  Berpikir Komputasional: Jurus Rahasia Anak APHP SMK 1 Kedawung Buat Ngadepin Masalah! ๐Ÿง‘‍๐ŸŒพ Hai bestie APHP dan semua pembaca setia blog...